Minggu, 22 Mei 2016

Puisi "Dan Kenapa?" - Seni Sastra

" DAN KENAPA?? "
by : tira listania

Jika putih itu indah..
Mengapa harus ada hitam dalam hidup ini?

Jika melati itu suci..
Mengapa harus ada mawar berduri?

Jika kita punya kaki untuk berjalan..
Mengapa kita menginginkan  sayap untuk terbang?

Jika kita punya mata untuk menatap masa depan..
Mengapa kita harus memejamkan  mata untuk berkhayal?

Dan....
Jika hidup itu hanya sekali..
Mengapa kita selalu ingin mengakhiri hidup?

APA YANG SEBENARNYA DIINGINKAN??

Hidup ini indah,
bila saja kita mengerti arti kehidupan
Hidup ini indah,
jika kita bisa menghargai

Bahkan mungkin..
Hidup ini akan jauh lebih indah,
jika tak ada sedikitpun rasa benci dalam hati

Karena kita hidup untuk saling melengkapi satu sama lain

Puisi "Hidup Berawal dari Mimpi" - Seni Sastra

bukan lirik lagu Bondan Prakoso yaa...


Mimpi untuk hidup ..
Ketika hidup sepi,
Apakah harus mati??
Atau hanya bermimpi?

                    Jangan biarkan hidup untuk bermimpi,
                    tapi bermimpilah untuk hidup
                    Kehidupan tak akan indah tanpa dijalani dengan mimpi indah
                    
                                        Raihlah mimpi sekuat mimpi-mimpimu
                                        Walau mimpi terbatas pagi, tapi aku tetpa berharap
                                        Setiap hembusan do'a yang ku ucapkan menjadi kenyataan
                                        agar tenang meniti kehidupan bersinar
                                        
                                                            Tak akan lelah dan menyerah..
                                                            Walau harus terus ku melangkah
                                                                                
                                                                                Aku yakin suatu saat,
                                                                                Mimpi kan ku genggam erat
by: tira listania

Pengertian dan Jenis-jenis "Seni Rupa"

1. Pengertian Seni Rupa

Kali ini saatnya kita mengulik tentang Seni Rupa. Apa itu SENI RUPA? Setelah sebelumnya kita membahas macam-macam seni disertai dengan pengertiannya, dan sekarang waktunya mengetahui perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Menurut data yang didapat bahwa seni rupa ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja, seperti lukis, patung, keramik, grafis dan kriya, tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan), multimedia, fotografi.

2. Jenis jenis seni rupa

* Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya ;
a. Seni rupa murni (fine art), 
yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
b. Seni rupa terapan (applied art),
yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan sehari-hari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.

*Seni rupa ditinjau dari wujudnya ;
a. Karya seni rupa dua dimensi (dwimatra)
yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik. gambar, lukisan, ilustrasi, mural(lukisan dinding), grafis, mozaik, batik, fotografi, desain.
b. Karya seni rupa tiga dimensi (trimatra)
yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung.

3. Tujuan Seni rupa

Seni Rupa suatu keindahan visualisasi baik secara garis, bidang, volume, warna serta tekstur, tujuan dari seni rupa ini sendiri merupakan pengungkapan gagasan, ide, keindahan dengan suatu tujuan yang tersirat pada sebuah media tertentu.

Baik dari jaman ke jaman maka tujuan dari seni rupa pun mempunyai perubahan. Seni rupa prasejarah memiliki tujuan primer yaitu mengacu pada religi pemubuatan arca-arca untuk sesembahan animisme dan dinamisme.

Seni rupa modern memiliki tujuan pengaplikasian atau penunjukan eksistesi si pencipta karya seni untuk menampilkan seninya untuk sebuah penilaian. Seni rupa kontemporer tidak jauh dari seni rupa yang menunjukan karya yang secara tematik yaitu seni yang melawan tradisi barat.

4. Unsur unsur seni rupa

Seni rupa dibangun oleh sejumlah unsur yang membentuk kesatuan yang padu sehingga karyanya dapat dinikmati secara utuh. Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.

a. Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

b. Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur.

Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan, seperti:
- Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
- Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
- Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
- Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan, kewanitaan.

Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
- Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
- Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang

c. Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.

d. Bentuk
Bentuk juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Bentuk geometris
Bentuk geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
- Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok.
- Bentuk silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.
b. Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya manusia, tumbuhan, dan hewan.

e. Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
-Ruang dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung.
-Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.

f. Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi warna merah, kuning, dan biru.

g. Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dibedakan menjadi :
-Tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan.
-Tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.

h. Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam.

sumber : http://postinglengkap.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-seni-rupa-jenis-jenis-seni.html

contoh Artikel "Seni Sastra" yang keempat

JERITAN HATI
PERINDU KEMAKMURAN
Menguak jendela hati orang pinggiran. Itulah sebutan bagi rakyat yang terbuang, dimana mereka hanya tinggal di gubuk beralaskan tikar dengan penuh kesesakan penduduk. Mereka memiliki hak namun tidak mendapat kelayakan hidup. Hingga mereka membenci pemerintah, karena janji yang tidak pernah ditepati.
Semua kota besar di dunia memiliki kawasan kumuh. Begitu juga dengan Bandung.  Kampung  kumuh tersebar dimana-mana. Di bantaran sungai, bantaran waduk, jalan inspeksi dipinggir kali, di kolong jembatan layang, di pinggiran rel kereta api, dan lainnya.


1.1 pemukiman di bantaran sungai
Semakin pesatnya kemunculan permukiman kumuh di perkotaan, diakibatkan tingkat pertumbuhan penduduk kota yang cepat dengan tidak seimbangnya ketersediaan lahan di perkotaan. Hal ini menimbulkan penggunaan lahan yang kurang dan tidak layak huni untuk daerah permukiman. Jumlah penduduk yang tinggal di kampung kumuh diperkirakan hampir setengah penduduk Bandung. Mereka merupakan pendatang atau kaum urban yang mencari pekerjaan di Bandung.

                   
1.2 pemukiman di jalan inspeksi pinggir kali
Dengan kata lain, kawasan kumuh ini ada karena adanya kebutuhan tempat tinggal bagi para pendatang yang ingin mengadu nasib di Bandung dengan harga yang relatif terjangkau. Demi mendapatkan pekerjaan di Bandung, para pendatang ini rela tinggal di rumah-rumah kumuh di bantaran-bantaran sungai.
1.3 pemukiman kumuh di tengah kota
Seperti apa kampung kumuh itu? Kampung kumuh biasanya ditandai dengan rumah-rumah yang berdempet-dempetan, tidak teratur, dan terbuat dari kayu-kayu atau bilik dan seng-seng bekas. Dihuni oleh warga berpenghasilan rendah, buruh dengan penghasilan tidak tetap, dan banyak pengangguran. Terdapat banyak WC umum, banyak pedagang air keliling karena air di tempat itu biasanya tidak sehat atau tidak layak minum. Jaringan listriknya juga tidak teratur dengan sambungan kabel dimana-mana sehingga rawan kebakaran. Tanah yang ditempati biasanya tanah negara, seperti di bantaran sungai atau waduk, pinggir jalan kereta api, di bawah kolong jalan layang, atau tanah itu status hukumnya tidak jelas.


1.4 pemukiman kumuh di gang kota
Sebetulnya kampung kumuh itu tidak layak menjadi tempat tinggal. Selain tempatnya tidak sehat, lingkungannya juga tidak bagus untuk tinggal. Bagaimana mau sehat kalau jaringan air bersih saja tidak ada. Selain itu, kondisi lingkungannya juga kotor. Banyak sampah, banyak tikus, kecoa, dan air comberan.  Mau istirahat atau belajar dengan tenang? Mana mungkin, karena di kampung kumuh biasanya tidak pernah tenang. Ada saja pedagang keliling yang teriak-teriak menawarkan dagangannya. Ada saja tetangga yang berantem. Anak-anak yang menangis. Tetangga menyetel TV keras-keras. Orang mabuk, dan lainnya.

1.5 pemukiman di pinggir rel kereta api
Hidup seadanya seperti itu tentu sangat tidak layak dan tidak manusiawi. Tetapi bagaimana lagi? Mau hidup tenang dan teratur? Mereka tak mampu menyewa apartemen atau membeli rumah. Penghasilannya tidak cukup, karena mereka hanya buruh harian yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Apa pemerintah peduli dengan keadaan kampung kumuh ini? Baik Pemerintah ataupun para pejabat tidak akan mungkin jadi orang seperti sekarang tanpa bantuan dari mereka yang lemah. Maka dari itu, mampukah kalian membuat mereka menjadi tersenyum bahagia kembali?

Contoh Seni Peran dalam memerankan seorang Reporter

Disini saya melakukan liputan ke Taman Fotografi yang ada di Kota Bandung, sebenarnya ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah di Semester 3 lalu.

Liputan ini berisi kondisi fasilitas yang ada di Taman Fotografi serta tanggapan masyarakat yang berkunjung ke taman tersebut.

Liputan ini merupakan salah satu karya seni dimana harus bisa memerankan karakter sebagai repoter yang profesional.

Ada 2 versi liputan, untuk saran dan komentar dipersilahkan bagi para reader, dan audiens.

Versi 1

Versi 2


Semoga tampilan kedua video di atas dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.


contoh Artikel "Seni Sastra" yang ketiga

KISAH PERJALANAN BIKE SHARING
DI KOTA KEMBANG

Jika membahas Shelter Bike, sudah pasti berkaitan dengan sepeda. Namun tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan Shelter Bike ini. Karena Shelter Bike Sharing saat ini hanya berlokasi di Jalan Cikapayang, Dago dan di Jalan Ganesha depan kampus ITB, Bandung Utara. Shalter ini beroperasi pukul 06.00 s.d. 18.00 WIB.

Shelter Bike Sharing itu merupakan tempat peminjaman sepeda, dimana shelter ini dibangun khusus untuk para pengguna sepeda dan dibuka bagi warga yang ingin bergabung dengan para Biker Sharing. Jika melewati perempatan Cikapayang kita masih dapat melihat shelter sepeda berdiri di sisi trotoar.

Dengan masalah dan potensi yang Bandung miliki, bersepeda merupakan jawaban untuk meningkatkan sistem transportasi menjadi lebih baik dan ramah lingkungan. Para ahli dalam bidang ini telah mendesain sebuah sistem baru bike sharing yang akan di implementasikan di Kota Bandung pada akhir tahun 2015 ini. Shelter Bike Sharing juga akan dibangun di daerah Dago dan Buah Batu dengan jumlah shelter sebanyak 12 buah yang merupakan sumbangan dari alumni ITB. Bandung kini menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang merealisasikan program  bike sharing.

Program bike sharing ini merupakan gagasan dari komunitas bike.bdg yang didukung oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) dengan kreativitas tanpa batasnya. Program ini merupakan sistem layanan transportasi umum berupa sepeda yang dapat disewakan untuk perorangan sebagai transportasi sehari-hari. Diharapkan dapat berdampak baik dengan mengurangi kemacetan lalu lintas dan kadar polusi udara yang kian parah di kota kembang, juga sebagai alternatif pendukung peningkatan aspek pariwisata kota.

Prosedur peminjaman sepeda cukup dengan datang ke shelter Bike.Bdg terdekat, dan berikan Kartu Identitas berupa KTP atau Kartu Anggota (Member Card) Bike.Bdg untuk diproses oleh operator shelter. Lalu pilih sepeda yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian ambil kembali Kartu Identitas yang telah diproses, dan sepeda pun dapat dikendarai ke tempat yang ingin dituju. Setelah digunakan, kembalikan sepeda ke shelter terdekat. Tunjukkan Kartu Identitas kepada operator shelter, dan bayar tarif peminjamannya. Jika sudah memiliki kartu anggota, biaya sudah termasuk dalam biaya bulanan.

Peminjaman dapat dilakukan setiap hari, tapi untuk bike tour akan diadakan pada tiap hari Minggu saja, dengan tujuan memasyarakatkan sepeda. Ada banyak jenis sepeda yang bisa disewa di bike.bdg, yakni mountain bike, city bike, sepeda lipat dan electric bike. Tarif peminjaman sepeda cukup Rp.3000,-/Jam. Namun untuk meminjam, si peminjam wajib menjadi member terlebih dahulu dengan membayar 75 ribu untuk masa satu tahun keanggotaan. Keanggotaan ini sekaligus untuk menghindari sepeda tidak dikembalikan.

Rencananya, akhir tahun 2015 konsep bike-share ini tidak hanya di wilayah Bandung Utara saja, namun sudah bisa kita temui di jalanan Kota Bandung. Jumlah shalter bike sharing di Kota Bandung dipastikan akan bertambah. Ada sekitar 20 halte sepeda yang akan dibangun untuk meningkatkan program Bike Sharing, dan merupakan sumbangan dari PT Pertamina sebagai realisasi coorporate social responsibility (CSR). Satu haltenya nanti ada sekitar 15 sepeda.

Program Bike Sharing kedepannya akan berbeda dengan yang telah berjalan saat ini. Perbedaan terletak dari sistem teknologi yang di gunakan. Nantinya baik warga maupun wisatawan yang akan menyewa sepeda tidak lagi dengan cara manual, tetapi menggunakan kartu khusus. Teknologi seperti ini sudah banyak diterapkan di luar negeri. Dengan kedepannya program bike sharing ini dapat berkembang dengan dukungan masyarakat Bandung, sehingga tahapan-tahapan pengembangan jalur-jalur selanjutnya dapat terealisasi lebih cepat sekaligus dapat memenuhi kebutuhan warga kota Bandung, khususnya dalam dunia persepedaan.


Mari kita dukung program Pemkot dengan menggunakan fasilitas umum bike share untuk membudayakan bersepeda, khususnya untuk warga Bandung dan umumnya untuk masyarakat luas. Karena disamping ramah lingkungan, juga menghindari kepadatan kendaraan di jalan. Dengan meningkatkan taraf hidup bersepeda juga kita dapat menghemat biaya. Kita wujudkan Kota Bandung ini  menjadi kota bersepeda, karena dengan bersepeda kita bisa menerapkan 

Mens sana in corpore sano
 “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”.

contoh Artikel "Seni Sastra" yang kedua

SEMANGAT?! 
ITU SIH DULU, SEKARANG?
Pernahkah terdengar kata Laskar Wanita (Laswi)? Mungkin bagi warga Bandung sekilas akan membayangkan perjuangan para wanita di era proklamasi. Ingatan akan kisah perjuangan yang dulu pernah Laswi lalui, serta dimana sebuah pengorbanan untuk negeri tercinta dipertaruhkan. Agar perjuangan wanita tetap terkenang sepanjang masa, maka dibuatlah jalan besar dengan nama Laswi di Bandung. Tidak itu saja, pemerintah juga membuat patung Laskar Wanita Indonesia yang berada di ruas Jalan Viaduct.

Ada ikatan sejarah yang kuat dibalik Patung Laswi dalam kisah perjuangan Kota Bandung. Namun tidak banyak orang yang mengetahui hal ini. Padahal Laswi merupakan suatu organisasi Perlawanan Rakyat yang tidak dijiwai oleh sesuatu ideologi politik dan tumbuh sebagai perwujudan hasrat rakyat yang meluap-luap untuk turut serta mengisi dan menegakkan Proklamasi 17 Agustus 1945.
Salah seorang pejuang wanita yang membentuk Laskar Wanita ialah Alm. Ibu Arudji. Beliau berargumen bahwa pada dasarnya dalam peperangan derajat wanita maupun pria itu sama. “Pria dan wanita harus setia sekata dalam membela Negara.” begitulah ucapannya ketika mengutarakan alasan keinginannya membentuk Laskar Wanita. Argumen itu pun mendapat tanggapan positif dan disetujui. Selanjutnya Organisasi Laswi diresmikan dan dibentuk pada tanggal 12 September 1945, yang secara langsung berada di bawah pimpinan Ibu Arudji.

Para Pejuang Laskar Wanita itu sendiri berasal dari pelajar putri berbagai sekolah menengah yang ada di Bandung serta beberapa ibu dari Fujingkai. Mereka diberi pelajaran mengenai kemiliteran seperti bongkar pasang senjata, menembak dan bela diri. Lalu bagaimana dengan pelajar putri masa kini? Jika dibandingkan dengan era modern yang tergerus globalisasi, para pelajar putri saat ini cenderung acuh terhadap kepeduliannya meneruskan perjuangan para Laswi. Apa ini tindakan yang benar atau salah? Haruskah membiarkannya begitu saja? Jika di masa sekarang sudah begini, akankah menjamin di masa mendatang? 
“HIDUPKAN JIWA HEROIKMU!”